Jumat, 07 Desember 2012



Hai teman-teman..udah Lama saya gak ngepostin ya ?? mungkin udah sebulan.. soalnya aku lagi belajar nih untuk persiapan Ujian.. kini aku mau Buat Puisi terus di bentukin menjadi prosa.. Ini puisinya... :

NELAYAN

Nelayan setiap hari kau pergi
Ke laut untuk mencari ikan 
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga
Walau ada badai dasyat kau tak peduli.

Setelah kau sampai di tengah laut
Kau mulai melemparkan jarmu
Supaya mendapatkan ikan
Untuk keluarga tercinta

Bentuk Parafrase Bait Pertama :
Nelayan setiap hari pergi ke laut untuk mencari ikan tanpa kenal lelah.. Dia lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah yang selalu menanti dengan penuh kecemasan.Walau ada badai dasyat yang menerpa.. kau tetap tak peduli Demi kelangsungan hidup sehari-hari.


Bentuk Parafrase Bait Kedua :
Tiba tengah malam,nelayan telah sampai di laut.Nelayan pun mulai menebar jalanya untuk mendapatkan beberapa ikan yang bisa ditukarkan dengan uang. Ditemani nyamuk-nyamuk di selimut dingin. dihiasi bintang-bintang. Nelayan memang sudah terbisa. Demi mendapat ikan para nelayan melakukannya demi keluarga tercinta... <3 <3


GURUKU

Oh Guruku
Betapa besar jasamu
Walaupun semua orang bilang,kau pahlawan tanpa tanda jasa
Tanpa mengenal lelah mengajarkU

Oh Guruku
kau memang pahlawan
walaupun tanpa tanda jasa
Kau tetap mengajar kami
Demi masa depan kami untuk bangsa negara kami..

Bentuk Prosa :
Oh Bapak/Ibu guruku.Betapa besar jasamu kepada kami.Walaupun semua orang mengatakan,kau adalah pahlawan tanpa tanda jesa. Tanpa mengenal lelah mengajariku berbagai ilmu. Membuat anak-anak menjadi pintar.

Oh Bapak/Ibu guruku, Kau memang seorang pahlawan.Walaupun tanpa tanda jasa dipundakmu.Kau tetapi mengajarkan kami berbagai ilmu. Demi masa depan kami di dunia dan bangsa negara kami..

IBU

Ibu kau mengandungku 9 bulan
Sampai engaku melahirkanku dengan susah payah
Engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
Engkau juga merawatku tanpa pamrih

dan Engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang
Ibu Kau mengajariku berjalan sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikat
di kala aku sedih engkau selalu ada menghiburku

Ibu .. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
Ibu... kau bekerja keras untuk menafkahiku
Ibu terima kasih atas pengorbaananmu
Yang engkau berikan padaku

Bentuk Prosa
Ibu kau mengandungku selama 9 bulan.S ampai engaku melahirkanku dengan susah paya..Engkau merawatku sampai aku tubah besar dan merawatku tanpa pamrih. serta erawatku dengan penuh kasih sayang.
Ibu kau mengajariku berjalan hingga aku bisa.. dan juga mengajariku berbicara.. Ibu kau baikan malaikat untukku. dikala aku sedih engaku selalu ada untuk menghiburku.Ibu aku juga merasa kau adalah pahlawanku kau bekerja kears untuk menafkahiku terima kasih atas pengorbananmu yang telah kau berikan padaku selama ini..

BUNGAKU BERSEMI

Bungaku kini bersemi
Setelah sewindu terkurung
 di lembah sunyi
dedaunan yang berguguran

Reranting yang dahulu kering
kini telah biru kembali
membentuk singgasana
di tengah pusaran angin

Tiada sia-sia kiranya ku sirami taman
di kala kemarau murka
Bungaku kini bersemi
Hatiku kini bersemi

Bentuk Prosa :
Bunga itu telah kembali bersemi. setelah bertahun tahun tiada terurus. Sama seperti hatiku yang telah kembali ceria dan penuh harap. Harapan yang dulu seolah pupus. kini hadir kembali menerangi. Semangat yang dulu memudar kini hidup kembali. Membentuk semangat baru di tengah arus kehidupan. Tak sia-sia rasanya usahaku untuk bangkit dari keterpurukan yang membuatku luluh lantak. Kini aku berhasil hatiku berbahagia..

0 komentar:

Poskan Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.